Asmara Subuh dalam hakikatnya




Tergelitik judul diatas ?
Sebaik- baiknya sahabat pembuka  jalan  hambanya...
Supaya makhluk yang lemah ini, bisa kembali lagi ke jalan yang benar, sebuah jalan yang di ridhoi dengan penuh ketaubatan (taubat nasuhaa)




۞ مُنِيبِينَ إِلَيْهِ وَٱتَّقُوهُ وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَلَا تَكُونُوا۟ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ ﴿٣١"

Dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta laksanakanlah salat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, "(Q.S.30:31)


Dan kita sebagai manusia yang dhoif, tak pernah tahu bagaimana Allah 'azza wa jalla menjalankan cerita terbaik bagi kita semua.

Mungkin saat ini kita sudah terlalu jauh menyimpang, atau sudah berbalik arah melawan arus hukum-hukum-Nya (nauzublillahi min zaliq)

Kalau kita harus jujur pada diri sendiri, sebenarnya kita ini hidup tidak terlalu patuh atas ketentuan hukum Allah.
Apa-apa saja yang sudah diperintahkannya, kita tidak sepenuhnya menjalankannya, dan apa-apa saja yang dilarangnya, terkadang kita terlena bahkan  melanggar.(Inallahi rojiun...)


Kewajiban kita dalam hidup yang utama Adalah; SHOLAT sudahkah kita menjalankan sholat wajib lima waktu dalam sehari? Kemudian perintah sholat sunnah lainnya? Duh... sepertinya terkadang kita mengabaikannya...


Di saat kita mengabaikannya, ada suara hati berbisik:
Ya, Allah, aku tidak bisa sholat kali ini, maklumilah kali ini saja.
Kira-kira apakah Allah 'azza wa jalla memaklumi kita atas perintah wajib-Nya ini?
Siapa yang tahu, mahluk ini ...


Oh ...kebanyakan kita ini suka menerka-nerka, nah dalam kondisi demikian terkaannya positif...


Kemudian suara hatinya berbisik lagi: Terima kasih ya Allah, sudah memaklumi hamba. Ampuni hamba...
Anehnya kita terlalu yakin bahwa Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang memaklumi kita, sehingga saat kita mengabaikan sholat kita tidak merasa berdosa?.. Benar apa benar, nih?

Apakah Anda pernah mengalami hal seperti itu?


Sebab Allah Maha Tahu lagi Maha Bijaksana, Ia pun tentu tidak mau mempersulit atau memperberat hamba-Nya dalam beribadah.


Kita tidak bisa menjalankan sholat, apa penyebabnya?
Kalau karena malas, duh... ini di luar kategori.

Bagaimana mungkin Allah bisa memaklumi kita kalau alasannya karena malas.
Padahal di saat perang saja di zaman Rasulullah SAW, nyawa di ujung tanduk, dan bisa saja terbunuh seketika, sholat tetap digelar. 
Atau di saat sedang sakit pun, sholat tetap harus dikerjakan, dilakukan dengan duduk, dilakukan dengan berbaring, sampai mengerjakan sholat dengan kedipan mata. 
Subhanallah...


فَإِذَا قَضَيْتُمُ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ ۚ فَإِذَا ٱطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ ۚ إِنَّ
ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتْ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ كِتَٰبًا مَّوْقُوتًا ﴿١٠٣﴾

"Selanjutnya, apabila kamu telah menyelesaikan sholat(mu), ingatlah Allah Azza Wajalla ketika kamu berdiri, pada waktu duduk dan juga ketika berbaring.
       Setelah itu apabila kamu telah merasa aman,
maka laksanakanlah sholat itu (sebagaimana biasa).

Sungguh, sholat itu adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya untuk orang-orang yang beriman." (Q.S.4:103)
Maha Suci Allah semesta alam.

Jadi, kira-kira Allah memaklumi kitakah jika tidak dalam beribadah?
Ya tentulah..,
Tapi bukan sebab diri kita bebal,
bukan pula sebab kemalasan yang luar biasa.
Karena Allah Azza Wajalla itu benar-benar memahami hamba-Nya.

Lalu bagaimana sebaliknya,
bisakah kita sebagai hamba memahami kemauan Allah 'azza wa jalla?
(Yuuk bercermin...)

Yang mana semua itu untuk kebaikan diri kita sendiri.

Nah, jadi sholat itu untuk kebaikan diri sendiri, seperti perisai yang melindungi kita saat menjalani kehidupan yang dipenuhi bermacam godaan syetan.

Terbayangkan kalau kita selama hidup di dunia tidak mengerjakan sholat, itu artinya kita tidak ada pelindung diri.

Mudah sekali tergoda, akibatnya terjerumus ke perbuatan nista.
Bahkan tak bisa membedakan mana baik atau tidak.
Seperti jalan tanpa rambu (kelaut saja?)

Selain kita sudah merugikan dan mencelakai diri sendiri,
Allah juga murka kepada kita.

وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ وَمَا تُقَدِّمُوا۟ لِأَنفُسِكُم مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِندَ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ ﴿١١٠﴾

"Dan laksanakanlah sholat dan tunaikanlah zakat.
Dan segala kebaikan yang telah kamu kerjakan untuk dirimu,
kamu akan mendapatkannya (pahala) di sisi Allah.
Sungguh, Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan."(Q.S.2:110)


Mungkin selama ini kita terlena dengan kehidupan duniawi,
sehingga kita lupa akan kehidupan akhirat.

Sholat sebagai ibadah yang paling utama pun terabaikan,
mungkin karena alasan yang klasik?


وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ طَرَفَىِ ٱلنَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ ٱلَّيْلِ ۚ إِنَّ ٱلْحَسَنَٰتِ يُذْهِبْنَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّٰكِرِينَ ﴿١١٤﴾


"Dan laksanakanlah sholat pada waktu kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada waktu  bagian permulaan malam.

Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan.
Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah)." (Q.S.11:114)


Inilah diri yang lalai mengingatNYA walau ayat-ayat terus mengalir...(kekosongan diri?)

Misal sholat subuh, sudahkah kita menunaikannya? Atau kita sudah lamaaa sekali tidak mengerjakannya( Astagfirullah hal'aziim??)

Bacalah ;

Di kala kita sudah tak pernah sholat subuh lagi, namun mendadak terbangun, masih ingin peluk bantal guling ??

Tanda-tanda dari Allah 'azza wa jalla untuk mengingatkan hambaNya agar kembali ke jalan yang diridhoi-Nya.

Dalam Al Qur'an ;


أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِدُلُوكِ ٱلشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ ٱلَّيْلِ وَقُرْءَانَ ٱلْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْءَانَ ٱلْفَجْرِ كَانَ مَشْهُود٧٨﴾

"Laksanakanlah sholat itu dimulai matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan juga sholat) Subuh.
Sungguh, sholat subuh itu disaksikan (oleh para malaikat).". (Q.S.17:78)


Maka tunaikanlah sholat subuhmu "Sesungguh Indah sholatmu", disanalah ASMARA SUBUH dalam hakikatnya , 
sesungguh bergelayut dalam sanubarimu Kekhusukan dalam sholat, 
heningnya rabb menghantar MARIFAT DIRImu Wahai hamba...

Aamiin Allahuma Aamiin


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Instagram