Tanggal Gajian Nih, Yakin tidak mau SEDEKAH


Setiap insan hidup selalu beraktifitas dan bekerja untuk menghasilkan sesuatu dari buah pikir dan usaha mencapai pendapatan hidup.

Sebagian bekerja dengan usaha mandiri, sebagian lagi sebagai pekerja sebagai ladang amalnya. yang akan mendapatkan gaji dari akttiftas itu.

Maka dari tu Hakekat dari rizki kita adalah apa yang kita konsumsi dan yang kita manfaatkan.

Sementara yang kita kumpulkan belum tentu menjadi jatah rizeki kita secara keseluruhan.⁣⁣Namun sebagian lagi  Hak serta Milik yang harus di Infak kan.

Dalam hadis dari Abdullah bin Sikhir radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda





,⁣⁣يَقُولُ ابْنُ آدَمَ مَالِى مَالِى – قَالَ – وَهَلْ لَكَ يَا ابْنَ آدَمَ مِنْ مَالِكَ إِلاَّ مَا أَكَلْتَ فَأَفْنَيْتَ أَوْ لَبِسْتَ فَأَبْلَيْتَ أَوْ تَصَدَّقْتَ فَأَمْضَيْتَ⁣⁣

Manusia selalu mengatakan,

 “Hartaku… hartaku…”
padahal hakekat dari hartamu
– wahai manusia –
hanyalah apa yang kamu makan sampai habis, apa yang kami gunakan sampai rusak, dan apa yang kamu sedekahkan, sehingga tersisa di hari kiamat.
(HR. Ahmad 16305, Muslim 7609 dan yang lainnya).

⁣⁣Karena itu, sekaya apapun manusia, sebanyak apapun penghasilannya, dia tidak akan mampu melampaui jatah rizkinya.⁣⁣

Orang yang punya 1 kwintal beras, dia hanya akan makan sepiring saja.
Orang yang memiliki 10 mobil, dia hanya akan memanfaatkan 1 mobil saja. Orang yang memiliki 10 rumah, dia hanya akan menempati 1 ruangan saja…⁣⁣

Padahal semua yang kita kumpulkan, sudah pasti akan dihisab oleh Allah Azza Wa Jalla


Semoga bermamfaat

Bacalah ;



Nara sumber

Al Quran dan Hadist

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Instagram